Visa Austria di Jakarta (Visa Schengen Tipe C untuk masa tinggal kurang dari 90 hari) diajukan melalui janji temu via email ke jakarta-ob(at)bmeia.gv.at untuk datang langsung ke Kedutaan Besar Austria di Jakarta. Namun jangan ajukan visa Austria sebelum baca panduan ini
Panduan Visa Austria di Jakarta
Jenis Visa
- Visa Schengen (Visa C)
Untuk kunjungan maksimal 90 hari dalam periode 180 hari (wisata, bisnis, kunjungan keluarga). - Visa Nasional (Visa D)
Untuk tinggal lebih dari 90 hari hingga 6 bulan (studi, bekerja, kunjungan panjang).
Persyaratan Dokumen Umum (Visa Turis)
- Formulir Aplikasi
Diisi lengkap dan ditandatangani. - Paspor
Berlaku setidaknya 3 bulan setelah tanggal keluar dari wilayah Schengen dan memiliki 2 halaman kosong. - Foto
2 lembar ukuran 3.5 x 4.5 cm, latar belakang putih, cetakan berkualitas tinggi. - Bukti Keuangan
Rekening koran/buku tabungan 3 bulan terakhir (minimal Rp 80 juta/orang). - Asuransi Perjalanan
Berlaku di seluruh Eropa dengan pertanggungan minimal €30.000. - Bukti Akomodasi
Konfirmasi hotel atau surat undangan. - Tiket Pesawat
Booking tiket pesawat pulang-pergi. - Dokumen Pendukung
KK, KTP, Akte Nikah, Slip Gaji/SIUP (jika bekerja), surat keterangan sekolah/kuliah.
Proses Pengajuan
- Buat Janji Temu
Lakukan reservasi jadwal - Pemohon wajib datang langsung untuk pengambilan data biometrik.
- Bayar Biaya Visa
- Proses Verifikasi
Kedutaan Besar Austria akan memproses aplikasi. - Pengambilan Paspor
Mengambil paspor atau menggunakan layanan kurir.
Tips Penting
- Waktu Pengajuan
Ajukan setidaknya 1-3 bulan sebelum keberangkatan untuk menghindari penundaan. - Dokumen Asing
Dokumen yang tidak berbahasa Jerman atau Inggris harus diterjemahkan oleh penerjemah tersumpah. - Anak di bawah 19 tahun
Kedua orang tua wajib hadir saat proses biometrik.
Yang Perlu Diperhatikan
- Jika menggunakan jasa agen seperti HeyVisa, proses tetap memerlukan kehadiran untuk biometrik.
- Dokumen tambahan seperti akta nikah/kelahiran mungkin diperlukan untuk tujuan tertentu. Pastikan semua dokumen lengkap untuk menghindari penundaan.
Memahami panduan visa ini sangat krusial karena visa bukan sekadar dokumen perjalanan, melainkan izin hukum untuk memasuki dan tinggal di negara lain. Mengabaikan panduan ini dapat menyebabkan penolakan masuk, deportasi, atau masalah hukum yang serius.









